Category Archives: Tips Karir

Bursa kerja Senayan 28-29 Oktober 2015

Bursa Kerja Senayan GRATISS..
Cari kerja yuk.. di bursa kerja 2015 di  Wisma Serbaguna Senayan. persiapkan diri anda dan CV yang menarik untuk mendapatkan kesempatan berkarir.

Tanggal : 28,29 Oktober 2015
Lokasi : Wisma Serbaguna Senayan
jln Jendral Sudirman (Belakang FX Senayan)
Pukul 10.00-16.00 wib
GRATIS..!!

PERSYARATAN:
– Surat Lamaran (Nama PT & Posisi dikosongkan dan diisi saat acara)
– CV / Riwayat Hidup (Ketik)
– Foto Copy Ijazah
– Foto Copy Sertifikat pendukung (bila ada)
– Foto Copy KTP
– Pas Foto Berwarna uk. 3×4 / 4×6 (Bck Ground Bebas)
Semua dokumen di klip dalam satu map atau amplop cokelat dan dibawa sebanyak banyaknya untuk melamar lebih dari satu perusahaan.

– Minimal pendidikan SMA/SMK sampai S1 semua jurusan
– Pria/Wanita usia maksimal 35thn
– Penempatan Jabodetabek (menyesuaikan perusahaan)
– Pakaian bebas,rapi dan sopan

Info lengkap hubungi:
tlp : 021-51100870
Pin BB : 5209A98D

like Fan Page kami di www.facebook.com/jobnewsindonesia
Catatan :
– Apabila ijazah belum keluar bisa menggunakan Surat Kelulusan Sekolah ( SKL )
– list perusahaan yg mengikuti akan kami update seminggu sebelum acara

Untuk lulusan baru (fresh): Tips Menulis Resume Tanpa Pengalaman Kerja

Umumnya untuk mencari kerja dengan sukses dibutuhkan sebuah resume yang tersusun dengan baik dan lengkap berisi ringkasan berbagai keterampilan serta pengalaman kerja sebelumnya. Tetapi, bagaimana jadinya apabila kamu belum pernah memiliki pengalaman kerja? Nah, jangan berkecil hati dulu! Simak tips di bawah ini untuk menulis resume berkualitas tanpa pengalaman kerja.

Iklan lowongan baru setiap hari berarti kesempatan baru. Jangan sampai ketinggalan. Buat Job Alert

Jual Keterampilanmu

Karena tidak ada perusahaan besar atau jabatan tinggi yang bisa kamu masukkan ke dalam resumemu, usaha terbaik yang bisa kamu lakukan adalah menjual keterampilanmu dengan sebaik mungkin. Pikirkan keahlianmu serta tonjolkan kelebihanmu tersebut di dalam resume. Perusahaan akan menghargai keterampilan yang kamu miliki jika kamu dapat merepresentasikannya dengan baik dalam resume yang berkualitas

Tunjukan Kepribadianmu

Resume yang berkualitas adalah identifikasi awal yang akan mengantarmu memasuki dunia kerja. Tonjolkan kepribadianmu dengan memaparkan aktivitas atau hobi yang berhubungan dengan posisi yang kamu incar. Kamu juga bisa memasukkan kegiatan-kegiatan organisasi yang pernah kamu ikuti untuk menambah poin plus. Satu hal yang harus diingat, tulislah aktivitas dan hobimu secara rapi dan profesional. Tetap ingat bahwa kamu sedang melamar pekerjaan, bukannya mengisi blog. 

Jangan Ragu

Ketika menulis resume yang berkualitas, buatlah dengan singkat dan padat. Jangan memanjang-manjangkan isinya hanya karena kamu tidak percaya diri dengan kurangnya pengalaman kerjamu. Tulislah dengan sebaik mungkin dan jangan pernah berbohong dengan menambahkan detail yang sebenarnya tidak pernah kamu lakukan. Tetaplah percaya diri! 

Ajukan Resume untuk Posisi Magang

Bila setelah sekian waktu kamu masih belum mendapat pekerjaan, jangan segan-segan menawarkan diri untuk bekerja magang, atau bahkan bekerja tanpa diberi upah. Pengalaman yang nantinya kamu dapatkan lebih berharga dari sejumlah uang lho, karena pengalaman tersebutlah yang akan kamu gunakan untuk memperkuat resumemu nantinya. Selain itu bila kamu bekerja dengan baik, mungkin saja perusahaan tersebut akan merekrutmu untuk bekerja secara permanen. 

Jangan biarkan kurangnya pengalaman kerja membuatmu enggan dan tidak percaya diri melamar pekerjaan. Selalu ada pengalaman pertama untuk semua orang dan yakinlah kamu bisa menemukan pekerjaan, kemudian menulis resume yang lebih berkualitas nantinya. Apakah kamu pernah mendapat pekerjaan dengan resume yang masih “sepi”?

Src: jobsdb.com

Ingin CV anda lebih menarik bagi HR perusahaan?

Anda ingin memperbaiki atau mempercantik CV / resume anda sebelum dikirim ke perusahaan yang diinginkan?

Kami akan membantu anda, silahkan kirim CV / resume anda (dalam format word) ke email kami: konsultasi@rekanusa.org dan akan kami kirim balik CV yang sudah siap. Selain itu, CV anda akan masuk database kami secara gratis dan kalau anda ijinkan akan kami kirimkan ke perusahaan yang potensial.

Kami akan lakukan “makeover” CV anda secara cuma-cuma alias gratiss :).

Selain itu kami dapat membantu untuk membuat draft email (bahasa Inggris atau Indonesia) yang dapat anda copy di email anda, supaya terlihat lebih profesional.

Tips Ampuh Menulis Resume tanpa Memiliki Pengalaman Kerja

Sebuah proses pencarian pekerjaan yang sukses diawali dengan sebuah resume yang menyoroti suatu keahlian dan pengalaman kerja. Namun apa yang terjadi ketika Anda tidak memiliki apapun untuk menulis tentang hal itu? Banyak fresh graduates dan mahasiswa yang kerap menghadapi masalah ini. Tips berikut ini terbukti akan membantu anda dalam menulis resume untuk pemulatanpa pengalaman kerja.

Tips No 1: Bicaralah tentang apa yang dapat Anda lakukan dalam resume Anda

Tanpa adanya nama besar dari suatu perusahaan atau jabatan bagus untuk mendukung Anda, maka akan kecil sekali kemungkinan suatu perusahaan untuk mengambil bahkan melihat resume anda. Tingkatkan kesempatan Anda untuk mendapatan perhatian dari suatu perusahaan dengan menyoroti keahlian anda. Lampirkan contoh dari pekerjaan Anda atau juga beberapa portfolio online yang anda miliki. Bicaralah tentang apa yang anda bisa dan pastikan Anda memiliki bukti konkret untuk mendukung pernyataan Anda. Beberapa sertifikat pelatihan dapat membantu Anda disini. Pengusaha cenderung untuk memberikan Anda suatu kesempatan kerja berdasarkan kemampuan yang anda miliki.

Tips No 2: Biarkan Kepribadian Anda Bersinar di Resume Anda

Resume Anda gerbang Anda untuk menuju karir impian Anda. Tampilkan kepribadian Anda dengan berfokus pada kegiatan yang Anda cintai dan menghubungkannya dengan posisi yang Anda lamar. Bicara tentang apa yang dapat Anda lakukan dengan cara yang segar dan menarik. Gunakan kata-kata dan bahasa yang mencerminkan siapa Anda secara pribadi.

Forbes mencantumkan beberapa resume klise yang harus Anda hindari saat menulis resume untuk pemula tanpa pengalaman kerja:

Dedikasi itu membosankan menurut Steve Lengerud, direktur untuk peluang profesional di Universitas DePauw. Dia menambahkan bahwa itu adalah kata yang paling dekat dengan anjing golden retriever. Aduh!

Berorientasi Pada Detail adalah sesuatu hal yang dimana Karen Harris, seorang kepala di Harris Allied Recruitment Firm, merasa harus benar-benar dihindari. Pengusaha umumnya sangat akrab dengan hal tersebut sehingga mereka tidak lagi melihatnya sebagai sesuatu yang bermakna dalam hal pencarian tenaga kerja baru

People Person (Orang yang Easy-Going dan Mudah Bergaul) umumnya tidak akan memberikan kamu apa-apa selain membuat kamu gregetan menurut Peggy Padalino, VP dari Social Networking hub, JobFox. Dia mengatakan bahwa pewawancara akan mengetahui ini selama wawancara dan hal tersebut tidak diperlukan dalam resume anda.

Tips No.3: Sertakan Usaha Sukarela dan Menulis tentang keterampilan di kehidupan nyata.

Masukkan beberapa upaya yang kamu lakukan secara sukarela dan berbicaralah mengenai berbagai keterampilan yang kamu pelajari dari situ. Sebagai contoh, jika kamu pernah ikut bekerja secara sukarela untuk Palang Merah, maka kamu bisa membahas bagaimana pengalaman tersebut telah mengembangkan keterampilan kamu dalam berorganisasi, serta memancing kamu untuk berpikir kritis. Gambarkan juga keterampilan dari kehidupan nyata yang diambil dari pengalaman pribadi kamu dan ceritakan juga tentang hal itu. Hal ini akan sangat mendukung penulisan resume tanpa pengalaman kerja.

Janganlah biarkan kurangnya pengalaman kerja menghentikan kamu untuk melamar ke berbagailowongan pekerjaan. Ada banyak sekali ribuan artikel online yang bisa membantu kamu untuk menulis resume untuk pemula tanpa pengelaman kerja. Sebagai tips final, fokuskan kepada hal-hal yang bisa kamu kuasai dan kamu akan mendapatkan kesempatan lebih tinggi untuk mendapatkan semua itu ketika interview.

Src: jobsdb.com

4 langkah mudah menulis obyektif karir dalam CV

Bagi sebagian pekerja, terutama lulusan baru, menulis resume bisa sangat membingungkan. Terlebih lagi dengan banyaknya elemen yang harus ada di dalam sebuah resume. Salah satu elemen tersebut adalah karir objektif yang berisi pernyataan bagaimana profile kamu secara umum dan bagaimana kamu memandang karir ke depan. Karir objektif merupakan elemen yang penting dalam resume-mu agar perekrut dapat melihat bagaimana fokus kamu dan seperti apa kamu melihat dirimu.

Hindari penggunaan kata umum untuk penggambaran dirimu di dalam karir objektif, seperti:

“Berkontribusi di perusahaan IT terkemuka.”

Atau seperti ini:

 “Saya seorang yang pekerja keras dengan minat yang besar sebagai seorang guru. Saya senang belajar untuk menambah pengetahuan dan kemampuan saya sebagaimana minat saya untuk mengajar dan mendidikan jiwa-jiwa muda. Terlebih lagi, saya berkeinginan untuk bekerja dengan para profesional agar dapat mengasah kemampuan saya agar saya dapat berkontribusi lebih di dunia pendidikan.”

Kedua karir objektif seperti di atas patut dihindari karena, karir objektif yang pertama terlalu general sedangkan yang kedua terlalu ambisius dan menimbulkan kesan sombong.

Stacey Campbell, seorang konsultan karir di Universitas Wilfrid Laurier, menyarankan 4 formula yang bisa kamu ikuti dalam menulis karir objektif.

Langkah Mudah Menulis Karir Objektif yang Berkesan

 

Kenali Dirimu

Karir objektif yang berisi penuh dengan kata sifat akan terbaca sedikit membosankan, jadi siasatilah dengan menggunakan kata deskriptif. Jika kamu ingin menekankan pada kemampuan personal, kamu boleh kok menggunakan kata sifat, tapi ingat batasi jangan sampai terlalu banyak.

Penggunaan kata sifat dalam karir objektifmu harus berdasarkan posisi yang kamu lamar. Jika kamu menginginkan posisi sebagai akunting, gunakan kata-kata seperti kemampuan analitik yang bagus danberfokus pada detail. Jangan gunakan kata kreatif  atau dinamis.

Jangan lupa untuk cantumkan kualifikasi utama yang kamu miliki di dalam karir objektifmu. Detailkan kualifikasi utama tersebut seperti lulusan baru teknologi informasi, guru level pemula atau profesional kesehatan berlisensi.

Contoh:

Lulusan bisnis administrasi yang berwawasan luas dan dapat diajak berkerja sama..”

“Akuntan public yang bersertifikasi dengan kemampuan leadership dan berorganisasi..”

“Blogger lifestyle yang mempunyai latar belakang penulis…” 

 

Perjelas Posisi yang Akan Kamu Lamar

Dengan memperjelas posisi yang kamu lamar, perekrut akan mengetahui bahwa kamu merupakan seorang yang fokus pada tujuan. Merupakan langkah yang bijak apabila kamu menekankan posisi apa yang kamu lamar. Kecuali, bila kamu mengirimkan lamaran ke beberapa perusahaan tanpa adanya posisi yang spesifik.

Buatlah karir objektif yang berbeda saat kamu melamar di perusahaan yang berbeda. Namun ada kalanya, kamu tidak mungkin untuk menjelaskan posisi yang kamu lamar, contohnya saat saat walk in interview. Pada saat seperti itu kamu bisa menggunakan deskipsi standar, seperti posisi administrasidibandingkan asisten administrasi.

Contoh:

“….mencari posisi akuntan…”

 

Cantumkan Pengalaman dan Kemampuan yang Relevan

Sama seperti pemilihan kata saat menggambarkan profil dirimu, kamu juga harus selektif dalam menuliskan pengalaman dan kemampuan. Hanya pengalaman dan kemampuan yang relevanlah yang harus kamu tulis dalam karir objektifmu.

Lalu, bagaimanakah memilah pengalaman dan kemampuanmu yang sekiranya relevan dengan posisi yang kamu lamar? Buat daftar apa saja kemampuan yang kamu miliki, kualifikasi dan pengalaman saatkamu akan menulis karir objektif. Daftar tersebut tidak hanya akan membantumu mengingat apa saja yang telah kamu raih, namun juga sebagai referensi tentang apa saja yang harus tulis di karir objektifmu.

Cantumkan dua atau tiga kemampuan dan pengalaman yang relevan serta keahlian yang kamu kuasai di dalam karir objektif.

Contoh:

“…..sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan saya di bidang menulis….”

“…..pemanfaatan keahilan saya di bidang teknikal yang kuat, analitik dan kerja kelompok…”

“….pengintegrasian dua pengetahuan saya di bidang hardware dan network troubleshooting…”

 

Kontribusimu Untuk Perusahaan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa kamu tidak perlu mencantumkan segala hal yang telah kamu raih di dalam karir objektifmu. Cantumkanlah hal-hal yang relevan saja. Perekrut malah akan lebih tertarik bila kamu mencantumkan apa saja kontribusi yang sekiranya bisa kamu berikan kepada perusahaan.

Untuk menulis kontribusi apa yang bisa kamu berikan, mulailah dengan membaca dengan teliti lowongan pekerjaan dan profil perusahaan yang kamu incar. Kamu juga dapat membandingkan ke beberapa perusahaan yang bergerak di bidang yang sama dengan perusahaan incaranmu sebagai bahan pertimbangkan. Gunakan informasi tersebut sebagai panduanmu untuk menulis karir objektif.

Contoh:

“…..berkontribusi kepada perusahaan dibidang IT.”

“….mengembangkan kualitas produk dan pelayanan.”

“…..menciptakan website yang responsive dan user-friendly.”

 

Bila digabungkan keempat poin di atas akan menjadi:

“Sebagai lulusan baru di bidang kesejahteraan sosial yang memiliki semangat besar untuk bekerja sebagai Koordinator Kesejahteraan dan Pengembangan sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kemampuan dalam hal koordinasi komunikasi dan tindakan di antara beberapa pihak agar pelaksanaan program kesejahteraan berjalan dengan efektif.”

Perlu kamu ingat, karir objektif di atas hanyalah sebagai contoh saja dan tidak dapat berlaku untuk semua orang. Karir objektif di atas hanyalah sebagai panduanmu untuk menulis karir objektif versimu sendiri.

Src: jobsdb.com

Karir: Bos menyebalkan, tetap bertahan atau mengundurkan diri?

Jakarta – Memiliki atasan yang kurang menyenangkan di kantor secara langsung dapat berpengaruh terhadap performa kerja seseorang. Jika atasan tersebut dapat menjadi panutan bagi anak buah, mereka tentu akan lebih giat bekerja dan menimbulkan suasana kerja yang nyaman dan betah bekerja. 

Tetapi jika atasan yang tidak menyenangkan, dalam artian tidak memiliki tujuan yang jelas, tidak bisa mengambil keputusan, atau bahkan bersikap dan berperilaku kasar, hal tersebut membuat karyawan memilih untuk keluar dari pekerjaannya. Jika hal seperti ini terjadi, lantas haruskah mengundurkan diri atau tetap bertahan?

Penasihat karier Handi Kurniawan mengatakan, jika sudah tidak ada yang bisa dipelajari di kantor tersebut, mengundurkan diri mungkin bisa menjadi salah satu pilihan. Tetapi tentunya hal tersebut harus dipikirkan baik-baik melalui pertimbangan yang matang.

“Misalnya Anda sudah bekerja di perusahaan besar, tapi sayangnya atasannya kurang kooperatif, sebaiknya jangan langsung keluar. Coba ajukan untuk pindah ke divisi lain. Sebelum mengundurkan diri, pertimbangkan dulu baik-baik,” ujarnya saat dihubungi Wolipop, Senin, (7/9/2015).

Berbeda dengan Handi, pembicara sekaligus motivator kepemimpinan Ainy Fauziyah memaparkan, memiliki atasan yang kurang menyenangkan seharusnya bisa dilihat dengan cara yang lebih positif. Jangan langsung ‘menyerah’ dan memilih untuk keluar dari pekerjaan lantaran bermasalah dengan atasan.

Sebaiknya, atasan yang menyebalkan itu dihadapi terlebih dahulu. Karena bisa jadi, itu hanyalah cara pandang para anak buah yang kurang tepat terhadap atasannya.

“Mungkin ada beberapa orang yang kaget karena punya atasan yang sifatnya beraneka ragam dan tidak cocok dengannya, tetapi sebenarnyaan. Justru ha banyak dan berpikir positif demi kebaikan kita,” tutur Ainy pada Wolipop, Selasa, (8/9/2015).

Dengan berpikir positif secara langsung membuat para pekerja menjadi lebih tangguh dan siap berhadapan dengan orang lain meski memiliki perilaku dan sifat yang berbeda-beda. Pendiri Ainy Leadership Centre itu menyarankan untuk memiliki prinsip bertahan pada situasi dan kondisi apapun agar bisa membentuk mental dan kebiasaan berpikir positif.

“Saran saya, kalau ada atasan yang menyebalkan hadapi saja dan tetap bertahan. Kecuali kalau memang disuruh melakukan pekerjaan yang tidak benar, seperti korupsi misalnya. Ya itu pasti saya memilih untuk keluar,” pungkasnya.

Sumber: detik.com

10 Tips Brilian Menghadapi Atasan yang Menyulitkan

1. Memastikan Sikap Bos Buruk.

Sebelum mencoba mengatasi bos yang memang menyulitkan, cari tahu terlebih dahulu apa yang menyebabkan prilaku buruknya seperti itu. Apakah karena memang sifatnya ataukah karena anak buah yang terlalu menyulitkannya. Caranya, perhatikan sikap bos selama beberapa hari, apa yang membuatnya bisa mengatasi masalah dengan baik atau kapan dan bagaimana ketika tidak dapat menguasai keadaan dan bersikap buruk. Ketika dia melakukan hal yang buruk, bayangkan dan carilah beberapa alasan yang bisa memaafkannya. Apakah hal tersebut terjadi karena kesalahannya atau sesuatu yang diluar kontrolnya.

2. Cari Tahu Motivasi Bos.

Memahami kenapa dan bagaimana perilaku bos yang buruk ketika menghadapi kedaaan dapat membuat kita mengerti apa yang dilakukannya. Dan ketika ia mulai bersikap buruk maka carilah beberapa sudut pandang lain agar lebih obyektif .

3. Jangan Biarkan Berdampak Pada Pekerjaan.

Seburuk appaun sikap bos, hindari saja agar tidak mempengaruhi produktivitas kerja. Satu hal yang diingat adalah selalu bekerja dengan maksimal sehingga para pimpinan yang lain di perusahaan pun akan memberikan penilaian yang baik. Jangan sampai memperlihatkan produktivitas yang menurun atau bekerja lebih lambat. Hal tersebut justru akan mendekatkan pada hal-hal yang bisa dijadikan alasan bos untuk mengeluarkan dari pekerjaan.

4. Selalu Siap Selangkah Lebih Dulu

Ketika menghadapi bos yang menyulitkan ini, cara yang handala adalah menghadapinya dengan selalu siap mengantisipasi dan inisiatif. Misalnya, sudah menyiapkan berkas atau menyelesaikan pekerjaan sebelum diminta. Selalu siap sedia akan membuatnya tidak memiliki alasan apapun dan bisa menganggap bahwa karyawannya bertanggung jawab.

5. Rapi Dan Teratur

Pastikan semua dokumen yang seringkali diminta selalu siap dan cepat diberikan. Biasakan mencatat semua permintaan bos. Dan kreatiflah agar dapat mengingat dan mengerti pola bos ketika menyuruh atau memberikan pekerjaan.

6. Menunggu

Menghadapi konflik? Berfikir sebelum bertindak. Terkadang waktu yang bisa membuat segala kemungkinan bisa terjadi ketika memiliki konflik dengan bos.  Lebih baik menunggu untuk menjadi lebih baik daripada mengkonfrontasi situasi yang dihadapi. Perhatikan saat yang tepat untuk berbicara, apakah dia sedang dalam keadaan baik  atau sedang bermasalah.

7. Bersikaplah Sebagai Pemimpin

Berbeda halnya ketika menghadapi bos yang tidak memiliki kemampuan, diperlukan keberanian untuk memutuskan hal yang terbaik bagi perusahaan, bersikaplah sebagai pemimpin. Jika kita tahu potensi lebih baik dari bos maka tidak ada alasan untuk membuat keadaan lebih baik untuk kemajuan perusahaan. Orang yang secara alami melakukan hal ini maka akan diikuti oleh teman-temannya sebagai pimpinan informal. Manajemen juga akan melihat bagaimana inisiatif yang dilakukan tapi tanpa merendahkan fungsi dan jabatan bos di kantor.

8. Mencari Tahu Pemicu

Ketika bos tidak bisa mengontrol kemarahannya maka selidikilah apa yang bisa membantunya dan membuatnya menjadi tenang dan tidak bersikap menyebalkan.

9. Gunakan Tips Seperti Pasangan Sedang Terapi

Menghadapi orang yang tidak memiliki kesepahaman maka lebih baik menggunakan tips yang dilakukan oleh pasangan ketika mengikuti terapi. Caranya, cari tahu apa yang menjadi ketidaksepahaman, berikan kesempatan untuk mengungkapkannya secara bergantian dan saling mendengarkan kemudian mencoba memposisikan pada lawan sehingga bisa mendapatkan pandangan yang baru.

10. Hindari Untuk Menjadi Bos Yang Menyebalkan

Ketika diwawancara dengan perusahaan baru maka lakukanlah penelitian sebanyak mungkin agar mampu menguasai keadaan. Berkenalan dan akrab dengan  teman kantor baru dengan makan siang bersama juga dapat membuat kita memahami bagaimana budaya kantor baru. Dan juga mengetahui sebanyak mungkin seperti apa bos yang kita hadapi tanpa membuatnya terkesan menakutkan.

Swita/The Daily Muse

Sumber: tabloidnova.com

Langkah Untuk Memperoleh Karir Sesuai Minat

Liputan6.com, Jakarta Anda masih seringkali termenung di depan komputer karena mencari kerja sesuai bidang dan minat? Jangan khawatir. Ada beberapa cara menemukannya. Siapkan diri untuk berkarir pada bidang yang Anda suka. Dilansir melalui karir.com, berikut ini adalah langkahnya.

Ketahui minat Anda

Apa kegiatan favorit Anda di waktu luang? Tulislah hobi Anda di selembar kertas. Anda akan terkejut melihat betapa banyaknya hal yang Anda sukai dan mampu lakukan dengan baik. Akan semakin baik lagi bila Anda dapat melakukan hal yang disukai setiap hari sebagai pekerjaan Anda.

Lakukan tes minat dan bakat

Lakukan tes minat dan bakat yang biasanya diberikan secara gratis di dunia maya. Meski hasil yang diberikan hanya dijelaskan secara umum, manfaatkanlah sebagai informasi tentang keterampilan, minat, dan bakat, serta jenis pekerjaan apa saja yang cocok untuk Anda.

Mencari tahu pekerjaan

Mulailah memilih beberapa pekerjaan yang menarik minat Anda. Lalu, tanya deskripsi pekerjaannya pada staf Sumber Daya Manusia (SDM), teman, atau kerabat jauh yang  kenal dengan orang yang pekerjaannya menarik Anda.

Manfaatkan jejaring

Hubungi orang-orang yang dapat memberi informasi atau kesempatan pada pekerjaan yang Anda inginkan, seperti teman, saudara, atau mantan rekan kerja. Melalui mereka, perluas pengetahuan Anda tentang ragam karir dan kesempatan dan temukanlah kegemaran baru.

Tetap optimis

Sudah melakukan semua cara dan belum juga menemukan pekerjaan yang tepat? Tetaplah positif dan optimis. Isi hari-hari Anda dengan tetap melakukan langkah-langkah yang mendekatkan Anda pada karir impian, misalnya membuka situs kerja dan mengirim lamaran. Yang terpenting, cobalah berada di antara orang-orang yang dapat memacu semangat Anda. (Karir/Liz)

Renungan by Rhenald Kasali : pentingnya memiliki keahlian kerja atau wirausaha

Oleh Rhenald Kasali
         
KOMPAS.com – Lima tahun yang lalu, mantan Dirut Pertamina, Ari Soemarno pernah menyampaikan sepotong data kepada saya. Itu tentang shale gas, yang kalau sampai kongres Amerika Serikat memberi lampu hijau untuk dieksplore dan diekspor, maka harga gas dunia akan turun.

Data itu rupanya segera direspons oleh para pemain saham yang mengakibatkan harga-harga saham perusahaan tambang batu bara kita anjlok. Mengapa demikian? Inilah gejala perubahan mendasar yang disebut 3S : “Sudden Shift, Speed dan Surprise!”

Sudden Shift

Daripada mereka-reka kapan dollar AS akan kembali turun, atau tenggelam dalam rasa takut yang besar bahwa PHK besar-besaran akan terjadi, lebih baik kita paham apa yang tengah terjadi, mengapa dan bagaimana meresponsnya.

Gejala ini kita sebut sudden shift (tiba-tiba berpindah). Faktanya, konsumennya tetap di situ, populasinya tetap besar (8 miliar jiwa), semuanya butuh makan, minum, transportasi, gadget, hiburan, dan sebagainya. Tetapi siapa yang menikmati perpindahan itu?

Sudah begitu, berpindahnya mengejutkan karena seakan tiba-tiba (sudden), cepat sekali (speed) dan membuat kita terkaget-kaget (surprise). Mengapa? Karena kita mengabaikan, kita menyangkal, kita gemar berolok-olok, berpolitik, bersiasat, berpura-pura menyelamatkan (padahal menyesatkan). Kadang mengatasnamakan rakyat pula, menghiburnya, berpura-pura seakan-seakan masalahnya ada di tempat lain.

Kembali ke shale gas, Ari Soemarno memberi tahu saya bahwa cost-nya sangat rendah, demikian harga jualnya, yakni ¼ dari harga jual gas konvensional. Saya membayangkan begitu informasi itu beredar, maka para pemakai minyak (oil) pun akan beralih. Maka harga minyak pun akan goncang. Lalu pada akhirnya, tambang energi lain akan terganggu: batu bara.

Di luar dugaan saya, ternyata batu bara terkena imbasnya lebih dulu, lalu baru minyak. Maklum harga kertasnya (saham) sudah lama dijadikan bubble, lagi pula ia sangat merusak lingkungan. Sekarang harga minyak dunia baru turun sekitar 50-60 persen. Para ahli menduga ia masih akan turun hingga sekitar 10 dollar AS (saat ini masih sekitar 47dollar AS) per barel.

Bisa dibayangkan kerugian apa yang akan diderita pengusaha-pengusaha minyak, kalau mereka tak berani merevolusi biaya-biaya “kenikmatan” yang selama ini sudah dirasakan para pegawai. Dulu, saat harga minyak di bawah 10 dollar AS per barel, mereka sanggup berproduksi dengan biaya 6 dollar AS per barel, tetapi begitu harga pasarnya 120 dollar AS per barel, mereka berproduksi dengan biaya 100 dollar AS per barel. Segala yang membuatnya mahal, akan membuat manusia meningkatkan biaya kenikmatan.

Zalora

Di Bandara Halim Perdanakusuma, saya menerima CEO Zalora Indonesia. Anak-anak muda tentu lebih tahu apa itu Zalora. Ini situs belanja online yang sedang digemari konsumen muda. Dengan belanja online, selain mendapat barang-barang baru, anak-anak muda bisa mendapat harga yang lebih murah.

Saat itu saya baru membaca data penjualan ritel Indonesia yang dilaporkan turun besar-besaran. Keadaan ekonomi pun kita persalahkan. Bahkan para politisi menduga adanya miss management dalam pemerintahan.

Saat industri ritel konvensional melaporkan penurunan 3-4  persen, Zalora justru mengatakan omzet mereka naik 240 persen. “Dalam dunia online, kalau kami tumbuhnya di bawah 100 persen itu sama dengan kegagalan,” ujar mereka.

Saya pikir Zalora masih kecil. Tetapi bayangan saya kembali ke tahun 1998 saat semua orang dicekam rasa takut akibat gelombang PHK. Asing pun hengkang. Ketika para ekonom di FE UI masih berpikir keras bagaimana menciptakan iklim yang kondusif agar investasi asing kembali lagi, saya memilih untuk mendorong lahirnya entrepreneur lokal.

Saya masih ingat ejekan para ekonom yang mengabaikan kemampuan bangsa ini berwirausaha. Saya bahkan ditanya, apa bisnis yang akan diekmbangkan wirausaha lokal? Saya sebutkan nama-nama produk mereka: kacang (Garuda dan Dua Kelinci), herbal (Sido Muncul), kosmetik (Wardah), bola buatan masyarakat di Majalengka dan lain-lain.

Di luar perkiraan saya, mereka mempertanyakan, “Sampai kapan kacang dan jamu bisa menciptakan lapangan kerja? Yang bisa itu otomotif. Rakyat kita itu pegawai, bukan entrepreneur.”

Anda tahu berapa jumlah wirausaha kita sekarang? Jangan lagi mengatakan masih di bawah 1 persen. Kalau mereka yang sudah terlibat dalam sektor informal saja sudah 60 juta orang, bisa hitung sendiri berapa banyak orang yang sudah bergulat dalam bidang kewirausahaan.  

Demikian juga dengan Zalora dan mereka yang bergerak dalam sektor ekonomi kreatif lainnya. Sekarang memang masih kecil. Tetapi mereka memiliki daya disruptif yang bisa menggerus para pelaku usaha konvensional.

Semua Shifting

Pergeseran konsumsi tak hanya terjadi dalam dunia energi dan belanja melainkan dalam konsumsi di segala bentuk kehidupan kita. Semuanya bergeser. Keseimbangan baru belum terbentuk, tetapi pindah-pindahnya mulai terasa.
Minggu lalu, 17 Agustus 2015, Indonesia-X baru saja meluncurkan situs belajar bebas biaya (massive online course) di mana Rumah Perubahan ikut di dalamnya.

Pernahkah anda membayangkan bahwa kampus-kampus besar sedang berjuang melawan perubahan? Ya, di seluruh dunia, bukan cuma surat kabar berbasis kertas yang kesulitan karena hadirnya media-media online, melainkan juga kampus–kampus yang kini ditantang dunia belajar online.

Bahkan gelar akademis pun kini mulai ditinggalkan para kaum terpelajar dunia. Para pemberi kerja mulai melirik mereka–mereka yang tak bergelar. Dari “siapa kamu” ( atau “apa gelar akademismu”), dunia manajemen mulai beralih pada “apa yang bisa kamu lakukan”. Lihatlah di perusahaan- perusahaan besar, di kartu-kartu nama para pimpinan dan stafnya. Tak banyak lagi yang mencantumkan gelar akademisnya.

Gerakan masif ini membuat kaum muda beralih dari membeli degree (formal) kepada membeli keahlian dan paket–paket  kursus, yang mereka ramu sendiri racikannya. Bukan lagi racikan akademik yang dibuat pemerintah karena mereka ingin membangun keahlian yang unik, yang tidak massal dan siap pakai. Dan pasar tenaga kerja global pun mengakomodir mereka. Apa yang bisa mereka berikan di dunia kerja bukan lagi rangkaian matakuliah racikan kampus.

Dan Indonesia-X  menjadi pelopor belajar online yang heboh. Kelak Anda bisa mengambil kursus apa saja. Karena murah (gratis), switching cost nya menjadi rendah. Dan perubahan pun terjadi.

Gojek, Uber, Seven Eleven, dan lain lain.

Kalau anda belum puas dengan contoh–contoh di atas, maka pelajarilah segala fenomena di dunia transportasi, retail, telekomunikasi, trading, financing, dan sebagainya. Anda pasti akan menyaksikan gejala sudden shift ini.

Konsumen perbankan pun mulai meninggalkan kunjungan ke loket-loket bank. Mereka beralih ke mobile banking. Pemakaian voice dalam berkomunikasi beralih ke cara-cara baru: data. Dari voice ke BBM, lalu pindah lagi ke Whatsapp dan social media.

Sama halnya pertarungan sengit yang tengah dihadapi tukang-tukang ojek pangkalan vs Gojek dan Grab-Bike, atau taksi biasa Vs Uber. Semua mengalami gejala shifting.

Jadi, jangan melulu menyalahkan krisis ekonomi dunia. Karena krisis berdampak pada semua usaha dan kali ini terjadi luas di seluruh dunia. Yang jauh lebih penting bukan krisis itu sendiri. Bukan dollar AS, tetapi apa respons kita terhadap usaha yang kita jalani. Dan apa respons kita untuk mempersiapkan masa depan anak-anak kita dalam dunia yang benar-benar baru ini.

Kalau Anda diamkan, bukan krisis yang menghantam, tetapi persaingan baru melalui business model yang benar-benar berbeda.

Lagi pula, krisis selalu menjadi alasan bagi kaum malas untuk berhenti bekerja, dan bagi mereka yang senang mencari kambing untuk menyalahkan orang lain atas kesalahan yang dilakukannya.

Selamat merenungkannya!